Sumber Jenon: Pemandian di Malang dan Misteri Ikan Dewa

Sering kali orang mengira bahwa wisata di Malang adalah seputar daerah pegunungan, pantai, dan taman hiburan. Tentu untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut perlu persiapan yang cukup menyita komitmen kita dalam mempersiapkan berbagai keperluan. Padahal tak ayal kita hanya ingin pergibentar dari kebisingan kota. Sebentar saja & segera kembali.

Lalu alternatif yang tepat tentunya sebuah tempat yang rileks, tenang, dan membuat mood kita menjadi kalem. Nah, pemandian alami Sumber Jenon di kawasan Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang ini patut untuk kita pilih sebagai salah satu alternatif wisata murah Malang.

Selain alasan jarak tempuh yang tak jauh dari kota, keasrian suasananya pun pasti kita dapatkan. Nah hal-hal ini masih sekian dari berbagai hal unik yang kita alami langsung saat datang ke Sumber Jenon. Ada hal-hal unik lain dari pemandian alami Sumber Jenon dibanding beberapa sumber alami lainnya seantero Malang.

Yang pertama, tentu alasan efisien biaya, jarak, & waktu tempuh yang tidak jauh dari pusat kota. Untuk mengunjungi tempat ini, pengunjung cukup membayar retribusi parkir sebesar Rp.5000,-/motor & karcis masuk Rp.5000,-/orang tanpa limit waktu.

Pengelola pun sudah memperhatikan berbagai fasilitas penunjang lainnya. Seperti lahan parkir memadai, akses lokasi yang baik, tersedianya toilet atau kamar bilas, penyewaan pelampung, kantin, bangku taman, hingga spot instagenic & gardu pandang, serta area bermain.

Fakta unik kedua; sumber air alami ini disebut-sebut memiliki kedalaman mulai 50 cm hingga palung terdalamnya yang mencapai empat meter. Kejernihan airnya buat siapa pun ingin segera berbaur dengan segarnya sumber ini. Rona airnya yang sebening kristal akan menyihir mata kita. Membuat airnya nampak begitu biru sebagai indikator kedalamannya.

Fakta ketiga, Sumber Jenon dihuni oleh biota air & dikelilingi ekosistem hutan yang unik. Menengok di kedalaman sumber, kita bisa dapati kejutan dari kawanan ikan Sengkaring yang mendiami kawasan ini. Yang telah mashur dikenal sebagai Ikan Dewa Sumber Jenon.

Ukuran ikannya gak nanggung-nanggung, bisa mencapai satu hasta orang dewasa. Melihatnya meliuk-liuk dalam air seolah menyambut kedatangan kita. Tak satu pun masyarakat yang tahu pasti berapa jumlah ikan dengan nama latin Labeobarbus sp ini. Dapat kita jumpai pula bangkai pohon raksasa berusia ratusan tahun terbaring di dasarnya. Berfoto under water di sini menjadi spot kece yang sayang dilewatkan, lho.

Baca Juga: 12 Wisata Murah Meriah di Malang dan Batu yang Aman Untuk Kantong

Fakta keempat; adalah tentang mitos & legenda rakyat yang menyelimuti kehadiran Sumber Jenon ini. Ikan-ikan Sengkaring yang tidak diketahui pasti dari mana muasalnya, dianggap ikan dewa yang dipercaya masyarakat tidak berkurang atau bertambah jumlahnya sejak dahulu.

Masyarakat pun menghormati keberadaannya, tidak memancing, menjaring atau memburunya. Sehingga meskipun masyarakat sangat menjaga kelestarian ikan ini, tidak pernah terjadi ledakan populasi ikan di sini. Bahkan menemukan bangkai ikan Sengkaring mengapung di sini adalah kemungkinan yang sangat kecil.

Fakta kelima; adalah kepercayaan masyarakat yang meyakini asal-usul kemunculan Sumber Jenon yang sudah dimulai sejak 1818. Kala itu, sepasang sepuh suami-istri, Mbah Wirogati & istrinya bernama Mbah Iro, yang hidup pada masa Kerajaan Mataram masuk di kawasan hutan di sini.

Hingga mereka berdua menemukan sumber mata air yang disebut sebagai Sumber Salam. Lalu mereka pun memutuskan mendiami kawasan di sekitar sumber itu dan memanfaatkan airnya untuk kebutuhan harian seperti masak, minum, dan membersihkan diri.

Sementara untuk mendapat sumber pangan mereka mengandalkan hasil cocok tanam, dan membuka lahan pertanian yang menjadi cikal-bakal desa Gunungronggo. Namun debit air Sumber Salam yang kecil dirasa tidak mencukupi untuk kebutuhan bercocok tanam apalagi saat kemarau.

Seiring kemarau, persediaan makanan pun makin menipis. Melihat hal ini Mbah Wiro pamit pada istrinya, berharap bisa menemukan sumber air lain untuk berbagai keperluan. Lelah dalam pencarian, Mbah Wiro pun bertapa/berdoa di bawah sebuah pohon besar, Pohon Jenu. Tak disangka dari bawah pohon inilah mengalir sumber yang begitu deras, yang dinamakan Sumber Jenu. Seiring modernisasi, penyebutannya menjadi Sumber Jenon.

Baca Juga: Padang Savana Ranu Manduro Ngoro Mojokerto, Surga Tersembunyi di Jawa Timur

Wisata Alam Sumber Jenon, Malang, Jawa Timur

-> Lokasi: Desa Gunungronggo, Kec. Tajinan – Malang

-> Harga Tiket: Rp.5000/Orang (Semua Usia)

-> Operasional: Setiap hari, dari pagi hingga sore

One thought on “Sumber Jenon: Pemandian di Malang dan Misteri Ikan Dewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *